Siapa Vladimir Putin? No.1 stronger people in the world
Dari sekian pembaca
mungkin ada yang pernah mendengar nama Vladimir Putin? bagi para mahasiswa atau
pengamat ilmu politik nama itu tentu jauh lebih populer dibandingkan sederet
nama-nama terkenal seperti Justin Bieber, Lee Teuk Suju, Morgan Smash, Anisa Cibi
ataupun Zaskia goyang itik. Sedikit curhat intro, kebetulan
tugas akhir/penelitian (skripsi) kuliah saya di jurusan HI (Hubungan Intim Internasional)
*kampusnya disensor, mengangkat topik mengenai presiden Rusia satu
ini. #Oo...Putin presiden toh??, ya... benar sekali , bagi anda yang belum tau
siapa sosok Vladimir Putin, berikut saya jelaskan secara singkat dan terperinci
sesuai kemampuan penelitian saya;
Vladimir
Vladimirovich Putin adalah presiden ke dua negara The Russian
Federation atau dalam bahasa Rusia (Российская
Федерация, tr. Rossiyskaya Federatsiya *saya
juga kurang tahu bagaimana cara mengejanya dengan benar). Putin kecil
dilahirkan di St.Petersburg (salah satu kota distrik federal di Rusia) pada 7
Oktober 1952. meski terlahir di negara komunis Uni Soviet (sebelum Federasi
Rusia) Putin dibaptis
berdasarkan kepercayaan gereja ortodoks. Putin muda biasa dipanggil
"Putka", ayahnya bernama Vladimir Spirodonovich Putin dan ibunya
bernama Maria Ivanovna Putina. Putin ahli dalam berbahasa Inggris dan Jerman,
selain itu dirinya juga jago silat ahli beladiri khususnya sambo (beladiri
Rusia) dan Judo (sudah black belt).*tuh, ngeri kan..
makanya amerika jangan macem-macem!. dipandang dari sisi akademis,
Putin adalah orang berpendidikan tinggi. ya jelas,, kalo nggak, ya mana bisa
jadi presiden negara sebesar Rusia. Putin muda menempuh pendidikan sarjana di
Jurusan Hukum Universitas negeri di St.Petersburg dan lulus pada tahun 1975.
dirinya tidak sempat menjalani karir sebagai praktisi hukum, karena setelah
lulus dia memilih masuk KGB (Komitet Gasudarstvenoi Bezopasnosti), yaitu
dinas keamanan rahasia di masa Uni Soviet, dan akhirnya Putin menjalani
karir panjangnya sebagai agen rahasia (spionase) di KGB, *sebuah pencapaian
yang luar biasa di masa itu.
Mengutip dari berbagai artikel; konon, selama berkarir
di KGB sebagai mata-mata, Vladimir Putin tidaklah sehebat tokoh film fiktif
"James Bond". namun, ada yang lebih menarik disini, setelah berhenti
berkarir di KGB paska runtuhnya Uni Soviet, Putin merambah lebih jauh kedunia
Politik, dirinya sempat menjadi asisten walikota moskow, kemudian karirnya
menanjak menuju staf kepresidenan di era presiden Boris Yeltsin (presiden
pertama Federasi Rusia), setelah itu mengepalai dinas FSB (dinas keamanan Rusia
pengganti KGB), hingga akhirnya menjadi presiden Rusia dua periode di tahun
2000 dan 2004, dan sekarang kembali menduduki kursi empuk kepresidenan untuk
ketiga kalinya ditahun 2012. Suatu pencapaian yang fantastis di luar dugaan
yang belum bisa dicapai oleh James Bond.
Funny Joke Picture, Putin = James
Bond.
Bagi para pembaca yang berminat untuk mengetahui lebih dalam mengenai sepak
terjang Putin akan saya publikasikan di entri blog berikutnya atau bisa anda
browsing sendiri karena banyak sekali sumbernya, atau boleh anda baca ratusan
halaman di skripsi saya (kalau mau). setelah membaca intro (yang di atas baru
intro) yang saya sajikan di atas. mungkin timbul berbagai pertanyaan di benak
para pembaca sekalian, khususnya mengenai why and what. Mengapa
Vladimir Putin? dan Apa menariknya? hal yang sama yang ditanyakan dosen saya
ketika pertama kali mengajukan judul skripsi mengenai Vladimir Putin.
Secara pribadi, pertama, menurut saya hal ini menjadi menarik
karena tokoh Vladimir Putin merupakan sosok kontroversial di kalangan akademisi
dan pengamat politik di berbagai penjuru dunia, Putin merupakan salah satu
pemimpin negara terkenal di dunia, karena keunikannya. Khususnya pandangan dan
kebijakan politik yang berseberangan dengan barat/amerika. sesuatu yang
bertentangan dengan amerika biasanya jauh lebih menarik ketimbang pihak-pihak
yang pro-barat. sekalipun biasanya pihak-pihak yang tidak pro-barat jatuh pada
kerusakan sistem politik dan ekonomi namun tetap saja itu menjadi terkenal dan
menarik dibicarakan, terlepas dari benar atau salahnya. Sebenarnya masih banyak
tokoh kontroversial lain di belahan bumi lainnya yang juga menjadi ketertarikan
saya. seperti Ir.Ahmadinejad (Iran), Hugo Chavez (Venezuela), Kim Jong Eun
(Korut) dan lain-lain. akan tetapi fokus dan spesialisasi saya lebih kepada
Vladimir Putin (Rusia), namun disini saya tidak akan membahas lebih jauh
mengenai ideologi politik dan kebijakan negara.
kedua, cerita mengenai Putin dan Rusia sangatlah informatif serta bermanfaat
bagi anda pecinta wawasan dan ilmu pengetahuan. kalau sekiranya menurut pembaca
ini kurang menarik, mungkin hanya perbedaan ketertarikan di berbagai bidang
disiplin ilmu. setidaknya ini menjadi menarik buat diri saya sendiri, dan
ketimbang info ini tidak dipublikasikan lebih baik disumbangkan dan menjadi
amalan buat saya.
ketiga, saya adalah fans Vladimir Putin walaupun alur pandangan/jalan cerita di
skripsi saya lebih condong ke kontra Putin. maklum tuntutan dosen *agar
cerita Putin lebih menarik katanya. karena popularitas Putin cukup
tinggi dan akan menjadi biasa jika menceritakan tentang hal-hal positif dari
Putin. peran saya jadi lebih seperti jurnalis.
Managed
Democracy merupakan suatu konsep/istilah yang mengacu pada suatu sistem
pemerintahan. Tulisan ini sebenarnya merupakan episode lanjutan dari tulisan
saya sebelumnya tentang Vladimir Putin (Russia Part 1). Apakah ada hubungannya
dengan Vladimir Putin? "ya, memang ada". istilah ini mungkin masih agak asing
bagi para pembaca, *saya aja juga baru-baru tau gara-gara PB skripsi saya
(thanks to pak Aryanta). istilah ini memang baru populer semenjak
Rusia berada di bawah pemerintahan Vladimir Putin. Namun, sebenarnya konsep ini
sudah ada jauh sebelum orde baru, bahkan di negara kita "Indonesia".
lho masa' iya?, gak percaya? kepo?
Berikut
akan saya jabarkan penjelasannya;
Mengutip
dari buku Om Rohman, C.(1) Managed Democracy or Guided Democracy
atau Demokrasi Terkelola adalah istilah mengenai sistem pemerintahan
demokratis dengan peningkatan otokrasi. Bingung? saya juga bingung.
Jadi intinya begini, istilah ini menjelaskan tentang suatu sistem pemerintahan
yang "dapat dikatakan" mengikuti prinsip-prinsip dasar demokrasi
(seperti adanya lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif serta pelaksanaan
pemilu), tetapi dapat menimbulkan penyimpangan kecil ke arah otoritarianisme,
karena presiden/pemimpin negara memiliki hak dan kekuasaan yang kuat untuk
mengontrol lembaga negara. *maaf kalo kata-kata saya agak ribet, saya
agak sulit mencari penyederhanaan kalimatnya. sistem ini sebenarnya pernah
dijalankan sebelumnya di era pemerintahan presiden "Soekarno" di
Indonesia, yang biasa dikenal dengan istilah "Demokrasi Terpimpin".
karakteristik dari Managed Democracy sendiri antara lain, pertama,
Negara dikendalikan oleh kekuasaan presiden yang kuat dan kelembagaan yang
lemah, kedua, Negara/pemerintah mengontrol media massa, ketiga,
Kontrol terhdapa pemilu memungkinkan elit untuk melegitimasi keputusan mereka,keempat, Dalam
jangka pendek terlihat efektivitas namun dalam jangka panjang
inefisiensi.
Semenjak
Rusia berada di bawah pemerintahan Vladimir Putin (2000-2008 & 2008-2012
PM), para pengamat dan pakar politik khususnya dari barat mengatakan
bahwa Rusia sedang menjalani sistem Managed Democracy, walaupun para birokrat
Rusia sebenarnya tidak pernah menyebutkan istilah ini. di Rusia sendiri
sistem ini biasa di sebut "Sovereign Democracy" (ya, sebenarnya
sama aja). Semenjak Putin berkuasa, dirinya sering melakukan
perubahan/revisi Undang-undang serta kebijakan-kebijakan represif yang dapat
memperkuat legitimasinya. kebijakan-kebijakan kontroversial yang pernah
dijalankan Putin antara lain adalah, penumpasan gerakan separatis Chechnya
yang penuh pro-kontra soal HAM, pembubaran kabinet dan pencopotan jabatan
perdana menteri di era PM Kasyanov (PM pertama Rusia di era Putin tahun 2000),
Kontrol terhadap pers/media massa dan kekerasan terhadap Jurnalis, serta
Kontrol dan kecurangan dalam Pemilu (menurut pihak oposisi). penjelasan
mengenai kebijakan-kebijakan tersebut sangat panjang *bisa sampe satu
skripsi, kalau pembaca ingin mengetahui lebih jauh mengenai hal tersebut
anda bisa browsing berbagai artikel dan berita tentang Rusia Under
Putin yang kebanyakan bahasa Inggris, atau mungkin bisa tunggu tulisan
saya selanjutnya, itupun kalau saya ingin menuliskannya lagi.
ketika
posisi Putin sempat digantikan oleh Dmitri Medvedev (Presiden Rusia 2008-2012)
yang juga "orang dekat" Putin dari partai "United Russia"
(partai pengusung kemenangan Putin). banyak pengamat menilai hal tersebut hanyalah
kedok terhadap pemerintahan berkelanjutan dari Periode Putin. Putin bisa saja
menjabat kembali sebagai presiden untuk ketiga kalinya berturut-turut, kalau
saja tidak ada konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali
berturut-turut (tidak ada larangan pencalonan kembali jika sudah di sela oleh
presiden lain). saat Medvedev menjadi presiden tahun 2008, Putin mengisi pos
perdana menteri. namun pengamat menilai, kekuasaan Medvedev masih
"dibayang-bayangi" Putin, dengan kata lain meskipun presidennya
Medvedev tetapi "otak" pemerintahannya tetaplah pada Putin.
Meskipun
muncul berbagai kritik terhadap sistem pemerintahannya yang cenderung
"otoriter", sosok Putin tetap populer dan disukai oleh mayoritas
rakyatnya. di mata masyarakat Rusia, Putin telah berhasil mengangkat derajat
Rusia di kancah internasional dengan berbagai kemajuan, khususnya stabilitas
ekonomi dan memperkuat integritas wilayah Rusia. dibidang ekonomi, Putin
berhasil membangkitkan perekonomian Rusia dari keterpurukan paska kemunduran
mantan presiden Boris Yeltsin (1991-1999). pertumbuhan ekonomi Rusia meningkat
hingga 6-7% di tahun 2006 diiringi dengan penjualan dari industri militer AVPK
Sukhoi ke negara-negara lain, serta pertumbuhan GDP yang berkisar di angka 12%
dari sektor minyak dan gas yang menjadi penopang kekuatan utama. Selain itu,
Putin mendapat gelar "Man of the Year" di tahun 2007 dalam harian
"Times".(2) Kebangkitan ekonomi inilah yang menjadi latar
belakang Putin lebih dipilih rakyat Rusia yang umumnya heterogen dan
mayoritas dari golongan menengah ke bawah. Upaya Putin dalam meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan stabilitas dalam negeri sepertinya memang lebih menarik
bagi rakyat Rusia ketimbang masalah ideologi politik serta perkembangan
demokrasi. *perumpamaannya kurang lebih sama dengan rakyat indonesia yang
mayoritas lebih senang hidup di era soeharto ketimbang periode reformasi.
Disamping
itu, sosok Putin dinilai lebih tepat memimpin Rusia karena lebih
"kharismatik" dari pada kandidat lawan-lawan politiknya yang lain.
keuntungan bagi Putin, semenjak dirinya berkuasa, sosok Putin sering di
"citra" kan dan digambarkan sebagai pemimpin yang kuat, cool dan macho
Tidaklah
heran mengapa Putin dipandang sebagai pemimpin yang semi otoriter, mengingat
Putin sudah berkuasa sekitar 12 tahun (termasuk pos PM). setelah pemilu 2012
lalu, Putin kembali menududuki kursi presiden untuk ketiga kalinya, sesuai
dengan prediksi para pengamat politik. Putin berpeluang memerintah Rusia selama
24 tahun, karena sesuai amandemen konstitusi Rusia masa jabatan presiden
diperpanjang menjadi 6 tahun. untuk pemilu kedepan, sepertinya sosok Putin
masih cukup populer mengingat tidak ada kandidat lawan yang cukup kuat
menyaingi popularitas Putin sehingga Putin berpeluang memenangkan kembali
pemilu untuk ke empat kalinya (ini baru prediksi). hal inilah yang digambarkan
oleh para pakar politik mengenai "Managed Democracy".
Sekian...
Keterangan:
(1). C Rohmann. Managed Demokrasi, A
World of Ideas : The Dictionary of Important Ideas and Thinkers. Ballantine
Books. 2000.
(2). Simon Saragih. “Bangkitnya
Rusia: Peran Putin dan Eks KGB”. Jakarta: kompas. 2008
Sumber: http://progressive-zen.blogspot.co.id











